Pembuatan Game dengan Konsep Artificial Intellegence

Dalam Video Game, kecerdasan buatan digunakan untuk membuat perilaku cerdas yang biasanya terletak pada non-player characters ( NPCs), dan seringnya mensimulasikan seperti kecerdasan manusia. Teknik yang digunakan biasanya menggambarkan metode keseluruhan dari kecerdasan buatan. Bagaimanapun, penggunaan kecerdasan buatan pada game biasanya merujuk pada sekumpulan algoritma yang didalamnya termasuk teknik dari teori kontrol,robotik, grafis komputer,dan pengetahuan komputer secara umum.

Karena kecerdasan buatan pada game untuk NPCs dipusatkan pada penunjukkan kecerdasan dan menampilkan game dengan baik dan terdapat batasan lingkungan, pendekatannya sangat berbeda dengan kecerdasan buatan tradisional; cara curang dan usaha ekstra dapat diterima dan, pada beberapa kasus, kemampuan komputer harus diturunkan untuk membuat manusia merasa adil. Contohnya adalah pada game first-person shooter, dimana kemampuan NPC yang telah didesain mampu melebihi kemampuan manusia.

Kegunaan AI Pada Game Modern

Kecerdasan buatan pada game atau algoritma heuristic digunakan di banyak bentuk dan area pada sebuah game. Contoh yang sangat jelas adalah dalam mengontrol dari NPC pada game, walaupun penggunaan script/kode saat ini merupakan pengontrol yang umum. Pencarian jalur merupakan contoh lain kecerdasan buatan  yang umum digunakan, dan secara luas dapat dilihat pada game real-time strategy. Pencarian jalur merupakan metode untuk menentukan lewat manakah NPC untuk ke tempat tujuan, atau menghindari halangan – halangan, dan bentuk – bentuk daratan. Diatas pencarian jalur terdapat navigasi, yang merupakan sub bagian dari kecerdasan buatan pada game yang berfokus pada memberikan NPC kemampuan untuk menavigasi di lingkungan mereka, menemukan jalur untuk sebuah tujuan dengan menghindari tabrakan dengan entitas lainnya ( NPC lainnya, player, dsb) atau berkolaboriasi dengan mereka ( group navigation).

Penggunaan kecerdasan buatan pada game diluar NPC

Georgios N. Yannakakis menyarankan bahwa akademi pengembangan kecerdasan buatan dapat memainkan sebuah peran di dalam game dengan kecerdasan buatan melebihi dari paradigma kecerdasan buatan hanyalah pengontrol perilaku NPC. Dia menegaskan empat potensi lainnya untuk diaplikasikan dalam area:

1. Player-experience modelling: memahami kemampuan dan kondisi emosional pemain, agar menyesuaikan game dengan benar. Hal ini dapat termasuk penyeimbangan tingkat kesulitan game secara dinamis, yang terdiri dari penyesuaian tingkat kesulitan dari game tersebut secara langsung sesuai dengan kemampuan pemain.
2. Procedural-content generation: membuat elemen dari sebuah lingkungan game seperti kondisi lingkungan, tingkatan, dan bahkan music dengan secara otomatis. Metode kecerdasan buatan dapat menghasilkan konten baru atau cerita yang interaktif.
3. Data mining on user behavior: hal ini mengizinkan desainer game untuk mengeksplor bagaimana manusia memainkan permainannya, bagian mana yang paling sering dimainkan, dan apa yang menyebabkan mereka untuk berhenti bermain, mengizinkan developer untuk mengembangkan game tersebut.
4. Alternate approaches to NPCs: hal ini termasuk berubahnya tampilan game untuk menambah kepercayaan NPC dan mengeksplor ke lingkungan social daripada hanya menjadi NPC atau hanya memiliki perilaku NPC.

Sumber : https://freemanof.wordpress.com/tugas/artificial-intelligence-pada-game/

Komentar

Postingan Populer